Assalamu'alaikum Wr.Wb.

Senin, 03 Oktober 2011

PENGENALAN TEKNIK KIMIA DAN INDUSTRI

Apa yang Anda Ketahui Tentang Profesi Sarjana Teknik Kimia

Sebelum mengetahui profesi teknik kimia itu seperti apa, sebaiknya harus terlebih dahulu mengenal apa itu Teknik Kimia, apa saja yang dipelajari di Teknik Kimia, dan inti nya prospek lulusan sarjana Teknik Kimia.

1. Apa Itu Teknik Kimia?

Teknik Kimia adalah suatu cabang ilmu teknik/rekayasa yang mempelajari pemrosesan barang mentah menjadi barang yang berguna secara ekonomis, dengan langkah-langkah yang melibatkan peristiwa kimia, biologis dan /atau fisis sehingga mengalami perubahan tingkat wujud, kandungan energi, atau komposisi. Pada dasarnya ilmu Teknik Kimia merupakan aplikasi dari ilmu kimia dengan menggabungkan kaidah-kaidah engineering serta memasukkan faktor-faktor ekonomi dan sosial dalam aplikasi industrinya. Ilmu Teknik Kimia digunakan terutama untuk merancang dan memelihara proses-proses kimia, baik dalam skala kecil maupun dalam skala besar seperti pabrik.

2. Apa yang Dipelajari di Teknik Kimia ?

Dasar ilmu dari Teknik Kimia adalah kimia, fisika, dan thermodinamika. Teknik Kimia tidak berupaya mengembangkan zat, struktur, atau reaksi baru, tetapi ia mengaplikasikan dan mengembangkan yang sudah ada dengan cara mengkonversi bahan menjadi produk, mulai dari kondisi operasi yang sesuai, alat-alat pendukung, reaksi kimia untuk menghasilkan konversi produk itu, dan sebagainya. Teknik Kimia selalu menitikberatkan pekerjaannya untuk menghasilkan proses yang ekonomis. Untuk mencapai tujuan ini, seorang mahasiswa Teknik Kimia dapat menyederhanakan atau memperumit aliran proses produksi untuk memperoleh proses yang ekonomis.

3. Profesi Lulusan Sarjana Teknik Kimia

Jenis Industri Kimia beraneka ragam dan berkembang tanpa batas, hal ini dapat dilihat pada semua yang ada disekeliling kita. Bidang pertanian memerlukan pupuk dan insektisida, bahan konstruksi memerlukan semen; logam; kaca dan plastik. Bahan sandang banyak yang telah menggunakan serat-serat sintetis dan telah diwarnai dengan pewarna/dye. Transportasi memerlukan bahan bakar, karet alam dan sintesis, cat, dll. Oleh karena Industri Kimia yang begitu luas dan kompleks membuat profesi sarjana Teknik Kimia juga semakin luas dan beragam. Beberapa bidang utama dimana banyak sarjana Teknik Kimia bekerja adalah :

a. Industri. Misalnya industri berbagai macam pupuk, industri berbagai macam pestisida, industri pengolahan hasil hutan dan perkebunan, industri pengolahan minyak dan gas, berbagai macam bahan baku plastik dan polimer, industri hasil tambang, industri kimia dasar, industri aneka gas, industri obat-obatan & kosmetika, industri bahan peledak, industri bahan makanan dan minuman, dll.

b. Akademis dan lembaga pemerintahan (dosen di perguruan tinggi negeri maupun swasta, Departemen Pertambangan Dan Energi, Departemen Perindustrian, atau Departemen Lingkungan Hidup).

c. Bidang Lainnya. Misalnya menjadi peneliti dan bekerja di Lembaga Penelitian Indonesia (LIPI), konsultan atau berwirausaha mendirikan industri kecil skala rumah tangga, misalnya, industri keramik, sabun, dan sebagainya.

Ø Apa Fungsi dari Control Room?

Control room adalah ruangan yang berfungsi sebagai ruang control, maksudnya adalah ruang untuk memonitoring semua keadaan yang berada didalam pabrik serta mengendalikan jalannya proses produksi agar sesuai dengan target yang diharapkan. Terutama memonitoring mesin pabrik yang sedang bekerja dalam tiga aspek, yaitu temperature, suhu, dan level yang ketiga aspek ini harus berada pada angka yang tetap sesuai standar pengaturan mesin pabrik itu sendiri. Jadi, seorang operator tidak perlu bersusah payah harus mengecek ke lapangan karena semua nya sudah di program pada control room.

PENGERTIAN INDUSTRI

  1. Pengertian Industri dan Pertanian

Berdasarkan UU No. 5 Tahun 1984 tentang Perindustrian, industri adalah suatu kegiatan ekonomi yang mengolah bahan mentah menjadi bahan baku, bahan baku menjadi barang setengah jadi, atau barang jadi sehingga mempunyai nilai bagi masyarakat, termasuk kegiatan rancangan bangun, dan perekayasaan industri. Sedangkan pertanian dalam arti yang luas meliputi pertanian rakyat, pertanian perkebunan, peternakan, dan perikanan.

Industri adalah kerjasama sejumlah individu, rencana tujuan, spesialisasi aktivitas, penggunaan alat-alat dan mesin yang bertujuan menghasilkan barang dan jasa

Jenis-jenis industri yaitu industri manufaktur contohnya otomotif, industri proses contohnya kimia, dan industri jasa contohnya perbankan.

Menurut departemen perindustrian dan perdagangan, industri dikelompokan menjadi 4 yaitu:

  1. Industri kimia dasar, yaitu industri yang mengolah bahan mentah menjadi bahan baku atau bahan jadi. Contoh : industri kertas, industri semen, dan industri pupuk.
  2. Industri mesin dan logam dasar, yaitu industri yang mengolah bahan mentah menjadi bahan baku atau barang setengah jadi. Contoh : industri peralatan listrik, industri mesin, dan industri pesawat terbang.
  3. Aneka industri, yaitu industri yang menghasilkan beragam kebutuhan konsumen. Contoh : industri aneka pengolahan makanan, aneka pengolahan kebutuhan sandang, aneka kimia dasar, dan aneka industri bahan bangunan.
  4. Kelompok industri kecil yaitu industri dengan modal kecil dan peralatan yang sederhana. Karyawannya biasanya anggota keluarga.

Pengertian industri proses dan industri kimia

Sebagian besar alumni atau sesorang yang pernah bersentuhan dengan pelajaran di jurusan teknik kimia mengatakan bahwa seorang sarjana teknik kimia banyak dijumpai bekerja di industri proses kimia. Meskipun tidak menutup kemungkinan banyak pula yang beraktivitas di bidang lain (khusus hal ini nanti akan kita bahas pada tulisan berikutnya mengenai ragam pekerjaan dan keprofesian yang bisa digeluti oleh seorang sarjana teknik kimia).

a. Industri Proses

Industri proses adalah industri yang mengolah bahan baku / bahan mentah menjadi suatu hasil / produk dengan memanfaatkan proses-proses.

b. Industri Kimia

Industri proses kimia adalah industri yang mengolah bahan baku / bahan mentah menjadi suatu hasil / produk dengan memanfaatkan proses-proses kimia. Proses-proses kimia yang dilakukan dalam industri proses kimia adalah reaksi kimia dan peristiwa kimia fisik.

Peristiwa kimia fisik antara lain :

  • Pencampuran molekuler bahan-bahan dengan rumus dan struktur molekul yang berlainan.
  • Pengubahan fase, antara lain : penguapan, pengembunan, pengkristalan
  • Pemisahan campuran menjadi zat-zat penyusunnya yang lebih murni

CONTOH BARANG DARI INDUSTRI PROSES KIMIA

a. Barang Setengah Jadi

Ammonia (NH3)

b. Barang Jadi

  • Industri kimia dasar : yaitu industri proses kimia yang menghasilkan produk zat kimia dasar, seperti asam sulfat (H2SO4) dan ammonia (NH3)
  • Industri pengolahan minyak bumi atau petroleum refinery : pada industri ini biasanya dihasilkan komponen-komponen bahan bakar minyak (bbm), seperti : bensin, kerosene, bahan bakar penerbangan, solar, minyak diesel. Di samping itu dihasilkan juga produk-produk selain komponen bahan bakar minyak (non bbm), seperti : pelumas, wax, aspal, solvent maupun produk petrokimia.
  • Industri petrokimia : yaitu industri yang mengolah zat atau bahan yang berasal dari fraksi minyak bumi, seperti : etilen (c2h4) dan propilen (c3h6).
  • Industri pengolahan logam
  • Industri oleokimia : yaitu industri yang mengolah zat atau bahan yang berasal dari fraksi minyak atau lemak nabati atau hewani, seperti pabrik CPO (Crude Palm Oil).
  • Industri agrokimia : yaitu industri yang memproduksi aneka pupuk dan bahan kimia untuk budidaya pertanian, seperti: pestisida, urea, ammonium sulfat.
  • Industri makanan dan minuman, seperti : susu, gula, garam.
  • Industri bahan pewarna dan pencelup.
  • Industri bahan peledak
  • Industri pulp dan kertas
  • Industri semen dan keramik
  • Industri karet, kulit dan plastik
  • Industri pangan
  • Industri pakaian : tekstil,benang
  • Kesehatan
  • Shelter : cat, perekat, lantai, plastik
  • Komunikasi : parts
  • Transportasi : parts
  • Industri kimia hulu : asam, basa, garam, zat organik, zat anorganik, pelarut, bahan petrokimia dsb.
  • Industri kimia lain : plastik, pupuk, pestisida, semen, gula, alkohol, pulp & kertas dsb.
  • Industri lain : bahan logam, kendaraan, bahan bangunan dsb.
  • Industri hulu langsung kepemakai : kesehatan, laboratorium, penelitian